
Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan terdapat 26 perusahaan yang sedang melakukan proses penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) hingga 8 Maret 2021.
Melihat hal ini, Analis Binaartha Sekuritas M. Nafan Aji Gusta Utama menegaskan, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan saat investor ingin investasi di sejumlah emiten baru.
"Kinerja fundamental perusahaan dilihat, lalu tujuan dari IPO untuk ekspansi lebih bagus, jangan untuk bayar utang," kata Nafan kepada Liputan6.com.
Tak hanya itu, investor juga harus memperhatikan transparansi kinerja perusahaan, jangan sampai saat sudah melakukan investasi perusahaan yang go public kembali melakukan private karena delisting.
Saat disinggung adakah perusahaan besar yang ditunggu para investor untuk melakukan IPO, Nafan menyebut masih banyak perusahaan yang belum mau terbuka saat ini.
"Pasti ada saya yakin pasti ada, karena bursa efek menargetkan adanya peningkatan. Masih banyak sekali perusahaan yang belum terbuka saat ini," ujarnya.
Skala Aset

Dari skala aset untuk perusahaan yang proses IPO bila merujuk pada POJK Nomor 53/POJK.04/2017 antara lain:
-6 perusahaan aset skala kecil (aset di bawah Rp 50 miliar)
-11 perusahaan aset skala menengah (aset antara Rp 50 miliar-Rp 250 miliar)
-9 perusahaan aset skala besar (aset di atas Rp 250 miliar)
Untuk rincian sektornya antara lain:
- 4 perusahaan dari sektor basic materials
- 2 perusahaan dari sektor industrials
- 3 perusahaan dari sektor consumer non-cyclicals
- 7 perusahaan dari sektor consumer cylicals
- 3 perusahaan dari sektor properti dan real estate
-4 perusahaan dari sektor teknologi
-1 perusahaan dari sektor infrastruktur
-2 perusahaan dari sektor energi
Diunggah ulang dari Liputan6, semua hak cipta dimiliki oleh penulis asli.
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

暂无评论,立马抢沙发