
Harga minyak mentah dunia tergelincir, saat struktur pasar yang mendasarinya menguat. Itu karena investor menilai adanya tantangan untuk pemulihan ekonomi global.
Melansir laman Bloomberg quint, Jumat (9/4/2021), harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate tergelincir 0,3 persen. Meskipun ada fluktuasi harga, kurva minyak berjangka menunjukkan penguatan.
Harga minyak WTI untuk pengiriman Mei tergelincir 17 sen menjadi USD 59,60 per barel. Minyak Brent untuk pengiriman Juni naik 4 sen menjadi USD 63,20 per barel.
Premi pada patokan minyak global terdekat kontrak Brent naik ke level tertinggi dalam sepekan terhadap bulan berikutnya.
Di AS, di mana terjadi rebound konsumsi minyak di tengah peluncuran vaksin yang meluas, klaim pengangguran tiba-tiba meningkat, menyoroti jalan berombak di depan.
Sementara itu, India, importir minyak terbesar ketiga di dunia, melaporkan jumlah kasus Covid-19 harian yang mencapai rekor.
Tunggu Vaksin

Di sisi lain, beberapa negara termasuk Belanda membatasi penggunaan vaksin Covid-19 karena potensi komplikasi.
“Pasar menunggu untuk melihat ke mana arahnya,” kata Rob Haworth, ahli strategi investasi senior di U.S. Bank Wealth Management.
“Pertanyaannya adalah, apakah permintaan benar-benar pulih," lanjut dia.
Minyak mentah berjangka patokan AS kini berada di posisi sekitar USD 60 per barel dalam beberapa pekan terakhir.
Sementara tanda-tanda permintaan meningkat di tempat-tempat seperti AS telah mendukung sentimen, wabah baru Covid-19 dan penguncian baru di bagian lain dunia telah bertindak sebagai penyeimbang.
Meskipun terjadi penurunan harga minyak baru-baru ini, Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman mengatakan negara itu tetap yakin dengan keputusannya untuk meningkatkan produksi secara bertahap.
Diunggah ulang dari Liputan6, semua hak cipta dimiliki oleh penulis asli.
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

暂无评论,立马抢沙发