
Selain mendominasi di atas aset berisik global, saat ini Dolar AS juga lebih unggul terhadap safe haven tradisional Yen Jepang. Penguatan indeks DXY membantu USDJPY bullish sampai 0,10% di sepanjang sesi Asia hari Senin ini (12/4). Dukungan utama masih tetap datang dari posisi imbal hasil obligasi Treasury AS yang mencatatkan pemulihan lebih tinggi ke 1,67%.
Yield Treasury Kompak Naik
Sementara itu ahli analisa hari ini dari Brown Brothers Harriman mengatakan yield AS 10 tahun masih di bawah puncak 30 Maret lalu pada 1,77%. Jika ingin kenakan imbal hasil obligasi Treasury yang lebih tinggi, maka harus bisa melewati 1,71% terlebih dahulu. Lalu untuk tenor 30 tahun juga dalam kenaikan dari 2,30% menuju 2,35% dan masih menjadi titik paling rendah sejak pekan terakhir Maret lalu.
Padahal puncak paling tinggi untuk yield Treasury 30 tahun masih ada di 2,51% yang dicatatkan 18 Maret. Sehingga jika ingin optimisme yang lebih panjang maka tenor 30 tahun harus lebih tinggi dari 2,40%. Kenaikan yield Treasury tampaknya lebih disebabkan oleh harapan pemulihan ekonomi AS yang terus meningkat dan membantu USDJPY bullish.
Karena Fed Powell tadi pagi menyampaikan bahwa ekonomi AS telah mengalami pemulihan dan siap dengan momentum yang jauh lebih kuat. Fokus pasar Dolar AS akan memperhatikan laporan data inflasi konsumen yang dilaporkan Selasa besok. Data diharapkan naik ke 2,5% dalam tahunan dan inflasi inti ke 1,6% dalam tahunan.
Dari sisi Jepang, USDJPY bullish akan menanti laporan terbaru mengenai pandemi. Karena ada risiko pembatasan di beberapa wilayah seperti Kyoto, Tokyo dan juga Okinawa. Penyebab serangan pandemi ini adalah karena Jepang dinilai sangat terlambat dalam penggunaan vaksin. Tidak heran jika Yen Jepang sebagai safe haven ditinggalkan dalam signal forex hari ini.
Diunggah ulang dari Inforex, semua hak cipta dimiliki oleh penulis asli.
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

暂无评论,立马抢沙发