
Selang satu hari cetak gain, bursa saham Amerika kembali alami pelemahan pada perdagangan yang berakhir Jumat dinihari WIB (23/4/2021) dengan rilis data ekonomi yang mixed. Ketiga indeks utama turun kembali ke zona merah dengan tekanan jual paling kuat disebabkan rencana kenaikan pajak oleh pemerintahan biden di AS.
Indeks Dow Jones jatuh 321,41 poin atau 0,9 persen menjadi 33.815,90, indeks Nasdaq merosot 131,81 poin atau 0,9 persen menjadi 13.818,41 dan indeks S&P 500 turun 38,44 poin atau 0,9 persen menjadi 4.134,98. Tekanan jual yang signifikan terjadi jelang penutupan merespon laporan pemerintahan Biden untuk mengusulkan hampir dua kali lipat tarif pajak capital gain bagi individu kaya untuk mendanai pengeluaran bagi perawatan anak dan pendidikan.
Pemerintahan Biden akan menaikkan pajak keuntungan modal bagi mereka yang berpenghasilan $1 juta atau lebih menjadi 39,6 persen dari 20 persen. Laporan tersebut menimbulkan kekhawatiran investor, kebijakan tersebut dapat menghentikan kemajuan pasar yang hampir persisten sepanjang tahun lalu.
Sebelumnya saham sempat bergerak positif oleh laporan Departemen Tenaga Kerja yang secara tak terduga menunjukkan penurunan lanjutan dalam klaim pengangguran awal di pekan yang berakhir 17 April. Klaim pengangguran awal turun menjadi 547.000, turun 39.000 dari level revisi pekan sebelumnya di 586.000.
Kemudian dibayangi oleh laporan National Association of Realtors yang menunjukkan penurunan tajam lainnya dalam penjualan rumah yang ada di AS di bulan Maret. Existing Home Sales jatuh 3,7 persen ke tingkat tahunan 6,01 juta pada Maret setelah jatuh 6,3 persen ke tingkat yang direvisi 6,24 juta pada Februari.
Secara sektoral, tekanan pada indeks Wall Street paling besar di picu oleh anjloknya saham semikonduktor dengan Philadelphia Semiconductor Index turun 2,3 persen. Kemudian pelemahan saham emas merespon retreat harga emas global, NYSE Arca Gold Bugs Index anjlok 2,1 persen.
Saham pialang juga berada di bawah tekanan menyusul kebijakan Biden, yang mengakibatkan penurunan 1,7 persen oleh NYSE Arca Broker / Dealer Index. Selanjutnya saham kimia, minyak dan perbankan juga menyumbang tekanan bagi indeks Wall Street.
Diunggah ulang dari Vibiznews, semua hak cipta dimiliki oleh penulis asli.
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

暂无评论,立马抢沙发