
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang koreksi pada perdagangan saham Selasa, (4/5/2021).
CEO PT Indosurya Bersinar Sekuritas, William Surya Wijaya menuturkan, gelombang tekanan dalam pergerakan IHSG masih terlihat belum akan berakhir hingga kini.
Akan tetapi, ia menilai selama IHSG dapat mempertahankan support terdekat, [IHSG ](investor "")masih berpeluang naik secara teknikal. Kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang stabil dengan rilis data inflasi April tercatat 0,13 persen bakal menunjang IHSG.
"IHSG berpotensi terkoreksi wajar. IHSG akan bergerak di kisaran 5.827-6.088,” kata dia dalam catatannya.
Sementara itu, Head of Research PT Reliance Sekuritas Indonesia, Lanjar Nafi menuturkan, IHSG masih akan bergerak cukup berat pada perdagangan Selasa pekan ini. IHSG akan bergerak di kisaran 5.934-6.023.
Lanjar menuturkan, IHSG melemah 0,72 persen dalam satu hari didorong sektor saham infrastruktur dan industri dasar. Di sisi lain, investor merealisasikan keuntungan terhadap saham menara yang sebelumnya menguat optimis dan refleksi pertumbuhan inflasi yang masih di bawah harapan.
Ia menambahkan, kekhawatiran sentimen global mengenai data ekonomi yang dirilis alami pertumbuhan yang cepat menjadi katalis. Bank sentral Amerika Serikat atau The Fed berpotensi mengubah pandangannya menjadi hawkish setelah data ekonomi yang optimis membuat investor domestik berhati-hati akan nilai tukar rupiah.
"Investor pun menanti data pertumbuhan GDP dengan ekspektasi di zona positif 1 persen secara QoQ dan 1.9 persen secara YoY,” kata dia.
Sedangkan Analis PT Kiwoom Sekuritas, Sukarno Alatas prediksi, IHSG dapat menguat secara teknikal. IHSG akan berpeluang menguat ke level resistance 6.004-6.019.
“Jika tidak kembali break down 5.950. Jika kembali bearish, IHSG akan menuju support 5.883-5.898,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.
Saham Pilihan

Untuk saham pilihan, Lanjar memilih saham PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank BJB Tbk (BJBR), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), dan PT Mitra Adi Perkasa Tbk (MAPI), serta PT Mitra Keluarga Tbk (MIKA).
William memilih saham AALI, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), dan PT Mayora Indah Tbk (MYOR)
Diunggah ulang dari Liputan6, semua hak cipta dimiliki oleh penulis asli.
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

暂无评论,立马抢沙发