Data ADP Unggul, Dolar AS Melambung Jelang Rilis NFP

avatar
· 阅读量 143

Indeks dolar AS (DXY) melambung signifikan pasca rilis data perubahan tenaga kerja ADP (ADP Employment Change) kemarin. Saat berita ditulis pada pertengahan sesi Eropa (1/7/2021), DXY telah mendaki kembali ke rekor tertinggi multi-bulan pada kisaran 92.50-an. Greenback unggul karena data ADP meningkatkan harapan untuk data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang melampaui ekspektasi di akhir pekan.

Data ADP Unggul, Dolar AS Melambung Jelang Rilis NFP

Automatic Data Processing Inc (ADP) melaporkan bahwa jumlah tenaga kerja non-pertanian meningkat 692k pada bulan Juni 2021. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan kenaikan 886k pada periode sebelumnya, tetapi jauh di atas estimasi konsensus yang hanya 600k. Konsekuensinya, harapan pasar untuk data Non-farm Payroll (NFP) dan tingkat pengangguran AS yang akan dipublikasikan pada hari Jumat besok pun turut melambung.

Para ekonom dalam sebuah survei Reuters baru-baru ini memperkirakan NFP akan mencetak kenaikan 700k selama bulan Juni, atau lebih tinggi dari 559k pada bulan Mei. Tingkat pengangguran juga diharapkan menurun dari 5.8 persen menjadi 5.7 persen. Dengan data ADP mengungguli ekspektasi, meningkat pula harapan pasar bagi NFP untuk memenuhi estimasi ini atau bahkan lebih tinggi lagi.

“Saya melihat risiko condong ke angka di atas konsensus (untuk Non-farm Payroll),” kata Chris Weston, kepala riset broker Pepperstone, dalam sebuah catatan untuk para kliennya, “Data payroll di atas 800k bisa membuat yield obligasi AS meningkat dan memperbanyak aksi beli pada USD.”

Lebih lanjut, Weston menilai bahwa jika euro tembus ke bawah levelnya saat ini versus dolar AS, maka itu akan menjadi “magnet” bagi arus beli USD. JPY juga tampak lemah secara universal, sehingga rawan untuk makin tertekan terhadap dolar AS.

Sementara itu, aksi beli dolar AS semakin gencar seiring dengan melonjaknya kasus-kasus COVID-19 di berbagai negara. Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Australia, kompak mengetatkan pembatasan sosial demi melawan penyebaran COVID-19. Beberapa negara Eropa membatasi kedatangan turis asal Inggris yang belum divaksinasi. Dinamika ini meningkatkan ketidakpastian dalam prospek pertumbuhan global, sehingga menguntungkan bagi aset-aset safe haven seperti dolar AS.


Diunggah ulang dari analisaforex, semua hak cipta dimiliki oleh penulis asli.


风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

喜欢的话,赞赏支持一下
回复 0
暂无评论。 来发表第一条观点吧。

  • tradingContest