
Bursa Asia bergerak variasi pada perdagangan Selasa (17/8) pagi dengan mayoritas indeks melemah. Pukul 08.30 WIB, indeks Nikkei 225 naik 94,04 poin atau 0,34% ke 27.617,61, Hang Seng turun 37,94 poin atau 0,15% ke 26.140,49.
Taiex turun 8,79 poin atau 0,05% ke 16.850,22, Kospo turun 14,91 poin atau 0,47% ke 3/156,30, ASX 200 turun 57,56 poin atau 0,76% ke 7.524,90, Straits Times turun 12,77 poin atau 0,41% ke 3.133,50 dan FTSE Malaysia naik 8,42 poin atau 0,57% ke 1.511,54.
Mengutip Bloomberg, pergerakan bursa Asia yang bervariasi dipicu oleh aksi pedagang yang menimbang rekor di S&P 500 terhadap kekhawatiran bahwa varian virus delta akan mengganggu pertumbuhan ekonomi global.
Saham di Jepang naik, tetapi bursa Australia dan Korea Selatan turun.
Pembatasan mobilitas untuk melawan penyebaran varian delta virus corona, tanda-tanda pemulihan yang melambat dari pandemi di China dan tindakan keras Beijing terhadap perusahaan swasta terus mewarnai suasana pasar di Asia.
Di AS, Ketua Komisi Sekuritas dan Bursa Gary Gensler mengeluarkan pernyataannya yang langsung memberikan peringatan tentang risiko investasi di perusahaan China.
Di luar itu, kini pasar masih menanti pidato Gubernur The Fed Jerome Powell untuk mencari petunjuk tentang kapan dan bagaimana The Fed akan mengurangi stimulusnya.
Meski begitu, "Pengumuman tapering sepertinya tidak akan membuat shock besar di pasar," kata Sebastian Galy, ahli strategi makro senior di Nordea Investment Funds dalam catatannya seperti dikutip Bloomberg.
"Pasar punya waktu lama untuk mempersiapkan tapering. Kejutan nyata akan datang ketika perdebatan tentang siklus kenaikan suku bunga Fed dimulai."
Diunggah ulang dari kontan, semua hak cipta dimiliki oleh penulis asli.
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。
