Pasca Rilis Data Ekonomi Nan Lemah, Dolar AS Bergerak Turun

avatar
· 阅读量 3,767

Dolar AS kian bergerak melemah pada Selasa (19/10) pagi di Asia. Data pabrik AS yang lebih lemah dari perkiraan dan meningkatnya spekulasi bahwa kebijakan moneter akan lebih cepat kembali normal di negara lain juga mendorong kerugian atas mata uang AS ini. Indeks Dolar AS terus melemah 0,32% di 93,642 pukul 11.27 WIB menurut data Investing.com.


Pasangan USD/JPY turun tipis 0,16% di 114,12. Pasangan AUD/USD naik 0,62% di 0,7456 usai risalah dari pertemuan September Reserve Bank of Australia yang dirilis sebelumnya. Pasangan NZD/USD naik 0,64% ke 0,7128.

Pasca Rilis Data Ekonomi Nan Lemah, Dolar AS Bergerak Turun

Pasangan USD/CNY melemah 0,31% ke 6,4093 dan GBP/USD naik 0,35% di 1,3773 pukul 11.32 WIB. Rupiah juga terus menguat 0,17% di 14.080,5 per dolar AS hingga pukul 11.35 WIB.


Dolar AS telah bertahan di kisaran antara 93,671 dan level tertinggi satu tahun di 94,563 yang dicapai Selasa lalu selama tiga minggu terakhir. Namun, dengan munculnya ekspektasi penurunan aset Federal Reserve AS pada bulan November dan kenaikan suku bunga pertama pada tahun 2022, dolar kini berada dalam tren menurun.


Namun, AS kemungkinan akan terisolasi oleh hambatan pasar energi yang "menimbulkan awan mendung berkelanjutan atas prospek rebound di Eropa dan China," yang "akan membuat spread imbal hasil di ujung depan terus melayang menguntungkan dolar," dengan mundurnya dalam indeks dolar terbatas pada 93,70, catatan itu menambahkan.


Data yang dirilis pada hari Senin di AS menunjukkan bahwa produksi industri berkontraksi 1,3% bulan ke bulan dan tumbuh lebih kecil dari perkiraan 4,6% tahun-ke-tahun, pada bulan September.


"Perkiraan dolar kuat kami yang diterbitkan pada awal Juli mencerminkan, antara lain, kinerja ekonomi AS yang lebih baik, tetapi pendorong dolar mungkin berubah," kata ahli strategi Commonwealth Bank of Australia (OTC:CMWAY) Joseph Capurso dalam sebuah catatan. .


"Lonjakan inflasi global dan suku bunga dapat mendukung dolar sebagai tempat yang aman jika suku bunga jangka pendek harga dalam siklus pengetatan moneter global yang begitu kuat sehingga memaksa ekuitas untuk mengoreksi lebih rendah," dengan bukti skenario yang mungkin terlihat di penurunan USD/JPY dan AUD/JPY, catatan tersebut menambahkan.


Sumber: Investing

Hak cipta isi berita dimiliki oleh pemilik asli


风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

喜欢的话,赞赏支持一下
回复 0

暂无评论,立马抢沙发

  • tradingContest