Angka Literasi Perdagangan Berjangka Masih 0,8%*

avatar
· 阅读量 345


Angka Literasi Perdagangan Berjangka Masih 0,8%*


Angka literasi perdagangan berjangka nasional masih di kisaran 0,8% sehingga Bursa Berjangka Jakarta atau JFX terus berupaya meningkatkan angka literasi masyarakat agar kegiatan bisa terus bertumbuh.


Dirut JFX, Stephanus Paulus Lumintang, mengatakan dengan angka literasi sebesar itu, maka inklusinya tentu jauh lebih kecil. Kunci untuk meningkatkan angka literasi, tentu lewat edukasi.


“Bentuknya, seperti mendirikan Futures Trading Learning Center (FTLC) bekerja sama dengan anggota bursa di kampus-kampus, dan edukasi lainnya” ujarnya dihubungi, Selasa (9/11/2021).


Oleh karena itulah, JFX menargetkan ada tambahan FTLC baru di Jakarta dan Semarang pada 2022. Saat ini, ada 21 FLTC di kampus-kampus di Tanah Air.


Pentingnya keberadaan FLTC, kata dia, dapat mengedukasi mahasiswa dan lingkungannya terkait perdagangan berjangka dengan baik.


Selain itu mahasiswa nantinya berpotensi menjadi SDM andal di kantor-kantor anggota bursa, seperti berprofesi menjadi wakil pialang. Mereka jika sudah berkarir di dunia riil, juga bisa ikut terlibat menjadi investor ikut bertransaksi.


“Dengan meleknya masyarakat terkait perdagangan berjangka, maka mereka akan tahu keuntungan dan kerugiannya dalam bertransaksi karena bagaimanapun, setiap kegiatan yang menjanjikan keuntungan yang besar juga berpotensi memperoleh kerugian yang besar pula,” ujarnya.


Yang paling baru terkait model literasi perdagangan berjangka, kata Paulus, yakni menjadikan perdagangan berjangka masuk dalam prodi di fakultas ekonomi dan bisnis di perguruan tinggi. Sudah ada salah satu perguruan tinggi di Jawa Tengah yang akan membuat prodi perdagangan berjangka.


Namun realisasinya masih belum bisa dilaksanakan karena belum dimulai pembelajaran secara offline. Pembelajaran tentang prodi perdagangan berjangka akan lebih efektif jika dilakukan secara luring.


Direktur PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero), Agung Rihayanto, menegaskan yang mengancam perdagangan berjangka, terutama bagi perusahaan anggota KBI yakni terkait keberadaan domain situs entitas yang tidak memiliki izin sebagai pialang berjangka karena trennya setiap tahun meningkat sehingga dapat mengganggu pasar perusahaan pialang perdagangan berjangka yang resmi.


Sedangkan terkait transaksi perdagangan berjangka yang legal dia memastikan akan dijamin KBI karena dananya. Perusahaan pialang dan pedagang besar sudah menyerahkan dana transaksi minimal 70%.


“Dananya pialang mencapai Rp1,7 triliun. Jadi sangat mencukupi,” ujarnya. Sampai saat ini tidak ada anggota KBI yang sampai gagal bayar.


Pimpinan Cabang PT Bestprofit Futures Malang, Andri, membenarkan terkait sinyalemen domain situs entitas yang tidak memiliki izin sebagai pialang berjangka mengganggu kinerja dari anggota JFX maupun KBI.


Dengan adanya domain situs tersebut, otomatis menyedot pasar yang mestinya menjadi pasar perusahaan pialang anggota JFX dan KBI. “Situs-situs itu banyak. Di-takedown Kemeninfo, lalu muncul lagi,” ujarnya.


Terkait upaya peningkatan literasi, pada 2022 PT BPF Malang akan mendirikan lagi minimal satu FTLC, menggencarkan talk show, hingga customer gathering. (K24)


Sumber: Bisniscom

Hak cipta isi berita dimiliki oleh pemilik asli

风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

喜欢的话,赞赏支持一下
回复 0
暂无评论。 来发表第一条观点吧。

  • tradingContest