
Harga timah pada perdagangan ini melemah karena aksi ambil untung investor setelah harga timah menguat secara signifikan sepanjang bulan Oktober di tengah peningkatan ekspor dari Indonesia, salah satu produsen terbesar di dunia.
Pada Kamis (21/10/2021), pukul 13:50WIB harga timah tercatat US$ 37.887,50/ton, turun 0,86% dibanding harga penutupan perdagangan kemarin.
Harga timah dunia telah menguat 12,61% sepanjang bulan Oktober dan mengukir rekor harga baru. Jadi sangat wajar jika investor melakukan aksi ambil untung.
Di Indonesia, harga timah di Pasar Fisik Timah Murni Batangan mencetak rekor tertinggi dalam catatan perdagangan pada 2019 lalu. Pada 19 Oktober 2021, harga menyentuh US$ 39.800 per metrik ton.
Stephanus Paulus Lumintang, Direktur Utama Bursa Berjangka Jakarta (JFX), dalam siaran pers Bursa Berjangka Jakarta dan PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) pada hari Kamis (21/10/2021) mengatakan rekor harga yang tercipta karena permintaan pasar untuk ekspor timah meningkat seiring dengan pergerakan ekonomi global yang mulai tumbuh
Sementara itu, Fajar Wibhiyadi, Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero), dalam siaran pers mengatakan "Adanya pertumbuhan harga timah untuk ekspor di Pasar Fisik Timah Murni Batangan di Bursa Berjangka Jakarta ini tentunya juga memberikan dampak positif kepada negara. Kita tahu, dengan adanya ekspor timah tentunya akan memberikan tambahan devisa bagi negara. Selain itu, pemerintah baik pusat maupun daerah juga akan mendapatkan dana bagi hasil dari royalty atas ekspor timah yang ada."
Sumber: CNBC Indonesia
Hak cipta isi berita dimiliki oleh pemilik asli
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。
