
Persib Bandung resmi kembali menjalin kerja sama komersial dengan perusahaan Trading Forex Didimax Berjangka sebagai mitra sponsor dalam mendukung perjalanan mereka mengarungi BRI Liga 1 2021.
Pada tahun-tahun sebelumnya Didimax Berjangka sudah langganan menjadi sponsor Persib Bandung di Shopee Liga 1 Tahun 2019 dan 2020. Artinya ini sudah tahun ketiga Didimax Berjangka kembali menjadi Sponsor Persib Bandung.
Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Teddy Tjahyono bersyukur karena pihaknya bisa menjalin kerja sama secara berkelanjutan bersama Didimax Berjangka.
"Kami berterima kasih kepada Didimax Berjangka yang melanjutkan komitmennya untuk bersama-sama Persib pada musim ini," kata Teddy.
Bukan cuma Maung Bandung, Didimax Berjangka juga ikut mensponsori klub mmilik youtuber Atta Halilintar yaitu AHHA PS Pati yang akan berlaga pada Liga 2 2021.
Kerja sama komersial antara AHHA PS Pati dan Didimax Berjangka akan mencakup hak untuk penempatan logo brand Didimax Berjangka di jersey AHHA PS Pati.
Ardy Victor selaku CEO Didimax Berjangka menuturkan bahwa pihaknya menyambut baik kemitraan dengan Persib Bandung dan AHHA PS Pati.
"Kerjasama ini diharapkan bisa memberi manfaat kepada kedua belah pihak, dan membantu kemajuan Sepak Bola di Indonesia," kata Ardy.
Sebagai informasi, Didimax merupakan tempat belajar trading forex yang sudah dipercaya sejak tahun 2000.
Berkantor pusat di Bandung, perusahaan ini mengkhususkan diri pada perdagangan Mata Uang (Forex), Emas (Gold), Perak (Silver) dan Komoditi (Multilateral).
Jersey Klub Peserta BRI Liga 1 Banyak Sponsor.
Bukan rahasia umum lagi jika saat ini peserta BRI Liga 1 memiliki jersey yang didalamnya tertulis banyak sponsor.
Sponsor yang memajang brand mereka di jersey itu menjadi pihak yang memenuhi kebutuhan finansial tiap tim selama gelaran kompetisi berlangsung.
Hal ini dilakukan, mengingat pengeluaran tim yang sangat besar sehingga sulit untuk menjadi sponsor tunggal layaknya tim sepak bola di luar negeri.
Presiden Arema FC, Gilang Widya Pramana bahkan sebelumnya pernah menjelaskan bahwa kendala terbesar, tentu saja perihal anggaran. Karena sebagai sponsor tunggal, sebuah perusahaan mesti berani melakukan investasi dengan nilai fantastis.
"Kalau di klub luar negeri, sponsor memang tinggal dengan nilai paling besar. Tapi di sini, mungkin belum saatnya," ucap Gilang Widya Pramana kepada media di Malang.
Dicetak ulang dari Akurat, hak cipta isi berita dimiliki oleh pemilik asli.
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

暂无评论,立马抢沙发