
Direktur Utama PT Rifan Financindo Berjangka, Ovide Decroli menjadi narasumber dalam segmen Analisis Bursa Komoditi di Berita Satu TV. Program acara televisi ini merupakan inisiasi PT Bursa Berjangka Jakarta dan PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) untuk menghadirkan narasumber dari para anggota bursa dalam rangka edukasi dan promosi.
Dalam sesi wawancara yang dilakukan, pria yang akrab dipanggil Ovide ini menuturkan bahwa dari sembilan produk, terdapat empat produk kontrak berjangka komoditi unggulan, yaitu Emas, Kopi, Olein dan Kakao.
Bukan tanpa sebab, untuk emas khususnya banyak orang lebih awam mengenal logam mulia ini. Meski di perdagangkan dalam bentuk kontrak berjangka, para investor memiliki animo besar terhadap emas karena sifatnya yang safe haven, dan lebih mudah dipahami dari sisi pergerakan harga.
“Hal yang mempengaruhi fluktuasi harga emas di pasar berjangka hanya satu yaitu kondisi global. Seperti keputusan The FED dalam menaikkan dan menurunkan suku bunga, atau perang dagang Amerika Serikat dan Tiongkok. Karena nilai investasi emas di perdagangan berjangka komoditi mengikuti pergerakan harga emas dunia,” jelas Ovide.
Satu hal yang harus diperhatikan, lanjutnya. Pada saat kita melakukan transaksi di investasi berjangka yaitu faktor risiko. Memahami risiko adalah hal pertama yang harus diketahui oleh setiap investor. Pada dasarnya tingkat keuntungan di investasi pasar berjangka komoditi memang besar, tetapi berbanding lurus dengan risikonya.
“Sehingga penting untuk setiap investor membekali diri dengan kemampuan menganalisa yang baik dan penguasaan emosi saat bertransaksi untuk meminimalisir risiko,” tandasnya.
Dicetak ulang dari Rifan Financindo Berjangka, hak cipta isi berita dimiliki oleh pemilik asli.
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。
