
Rugi berinvestasi di perusahaan pialang berjangka tak membuatnya nya kapok, melainkan penasaran untuk terjun sebagai broker profesional. Kisah ini dialami dan dibagikan langsung oleh Riefian Fajarsyah atau yang akrab di sapa Ifan Seventeen saat berkunjung ke kantor PT. Rifan Financindo Berjangka Cab. AXA Tower.
Anggota band Seventeen ini datang atas undangan khusus dari Melani, tim leader M7 RFB, dan tercatat sebagai broker di tim tersebut. Kehadiran Ifan, kata Melani adalah untuk memberikan motivasi kepada para anggota tim Marketing bahwa seorang publik figur pun melihat profesi sebagai broker dan Wakil Pialang itu menjanjikan serta terbukti menghasilkan.
Dalam sharing nya, Ifan menceritakan awal mulai kenapa bisa tertarik menjadi seorang broker. Jauh sebelum mengenal RFB, ia pernah mencoba untuk berinvestasi di sebuah perusahaan pialang berjangka, namun dewi fortuna belum berpihak kepadanya. Ia mengalami kerugian sebanyak dua kali. “Harus diakui saat itu saya belum memahami benar soal trading. Lalu saya berkenalan dengan Melani, awalnya kami tidak pernah membicarakan soal trading. Saya penasaran dan tanya duluan lalu di edukasi oleh dia dan jadi nasabah dulu,” tuturnya.
Singkat cerita, Ifan mencoba peruntungan kembali dengan berinvestasi di RFB. Melihat bahwa dengan berinvestasi di perusahaan ini menguntungkan, Ifan bersama dengan Almh istrinya tertarik untuk mempelajari tentang Trading dan menjadi seorang Broker karena peluang penghasilannya yang menggiurkan.
Pada tahun 2017 akhirnya Ifan dan istrinya (alm) memutuskan untuk bergabung menjadi broker di PT. Rifan Financindo Berjangka. Setelah bergabung menjadi seorang broker Ifan memang tidak full time, namun ia cukup bertanggung jawab dan berdedikasi dengan membuktikan mampu mengukir prestasi dan meraih reward di luar profesinya sebagai seniman.
“Orang yang mempunyai penghasilan terbanyak, dimanapun kamu kerja itu pasti cuma ada di divisi marketing,” tandas Ifan.
Perihal banyaknya stigma negatif pada pekerjaan Broker di suatu perusahaan pialang, dan salah satunya adalah tidak mendapatkan gaji. Menurut Ifan stigma negatif ini bisa dipatahkan asalkan ada semangat dan keinginan dalam diri sendiri dalam mengerjakan pekerjaan ini.
“Kalo mau di gaji, kalo mau kaya, ya kerja. Dimana-mana orang kalo mau kaya pasti selalu ada usahanya. Disini sudah ada media nya untuk kalian bekerja, tinggal keinginan dari dalam diri sendiri saja ingin bagaimana”, ujarnya.
Dicetak ulang dari Rifan Financindo Berjangka, hak cipta isi berita dimiliki oleh pemilik asli.
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

暂无评论,立马抢沙发