Kontak Perkasa Futures Bandung Targetkan 100.000 Nasabah dengan Total Volume 1 Juta Lot dalam 5 Tahun Kedepan

avatar
· 阅读量 104

Kontak Perkasa Futures Bandung Targetkan 100.000 Nasabah dengan Total Volume 1 Juta Lot dalam 5 Tahun Kedepan

Momentum HUT ke-8 PT Kontak Perkasa Futures (KPF) di Bandung, KPF Cabang Bandung menargetkan dalam lima tahun ke depan akan menjadi perusahaan pialang berjangka dengan jumlah 100.000 nasabah dan memiliki total volume transaksi sebanyak 1 juta lot.

“Ketika hadir pertama kali di Bandung PT KPF menanamkan visi menjadi perusahaan berjangka yang terpercaya melalui transparansi transaksi, dan pelayanan terkini melalui kekuatan infrastruktur yang memadai dan wakil pialang yang profesional,” kata Deddy, Bandung.

Sementara itu PT KPF Bandung menargetkan 200 nasabah baru dengan volume transaksi sebesar 100.000 lot. Untuk merealisasikan target tersebut, KPF terus melakukan edukasi kepada calon investor. Salah satunya, membuat video edukasi perdagangan berjangka komoditi berdurasi pendek yang didalamnya ada nama yang bisa dihubungi, biasanya dengan cara tersebut lebih efektif karena saat ini investor masih takut untuk melakukan tatap muka langsung. “Dan tak membutuhkan waktu lama, nasabah menghubungi kita dan melakukan transaksi,” jelas dia.

Selain itu, PT KPF pun tengah berupaya mempersiapkan wakil pialang berjangka (WPB) handal dengan banyak melatih marketing, termasuk memberikan banyak pelatihan gratis bagi siapapun yang tertarik di perdagangan berjangka, dan bisa bergabung dengan KPF.

“Rekrutmen kita lakukan online karena kita butuh SDM bukan hanya untuk marketing tapi WPB. Kita juga banyak melakukan pelatihan online gratis, jadi tinggal punya kuota aja dan bisa pelatihan, yang masih sekolah, kualiah juga bisa ikut pelatihan kita,” terang Deddy.

Strategi lainnya tambah Deddy, langkah KPF pun akan lebih agresif dengan memanfaatkan momentum saat ini. Seperti ditengah sektor ritel, pariwisata dan lainnya tertekan karena Covid-19, banyak investor yang membutuhkan instrumen baru untuk berinvestasi menutup kerugian dari berbagai usahanya yang terpengaruh Covid-19.

“Strategi sekarang justru menarik, banyak investor itu uangnya mandek (berhenti) karena banyak sektor industri tertekan karena Covid-19, dan menaruh uang di bank bunga kecil. Nasabah pasti perlu instrumen investasi baru. Disitulah kita masuk menawarkan perdagangan berjangka,” tambah dia.

Dicetak ulang dari Tagar Id, hak cipta isi berita dimiliki oleh pemilik asli.

风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

喜欢的话,赞赏支持一下
回复 3
暂无评论。 来发表第一条观点吧。