
Goldman Sachs memperkirakan harga bitcoin bisa tembus US$100 ribu atau setara Rp1,43 miliar (kuras Rp14.388 per dolar) per keping dalam lima tahun ke depan.
"Kami berpikir pangsa pasar bitcoin kemungkinan besar akan mendukung untuk itu dan meningkat seiring waktu sebagai produk sampingan dari adopsi aset digital yang lebih luas," kata co-head of global foreign exchange, rates and emerging market strategy untuk Goldman Sachs Zach Pandl seperti dikutip dari CNN Business, Kamis (6/1).
Menurutnya, bitcoin akan semakin mencuri pangsa pasar dibandingkan dengan emas yang telah terhenti di sekitar US$1.800 per ons.
Pandl menambahkan saat ini mata uang kripto paling berharga di dunia itu membentuk sekitar 20% dari apa yang disebut alat penyimpan nilai. Dan seharusnya tidak terlalu terdepresiasi dalam jangka waktu yang lama.
Ia optimistis bitcoin pada akhirnya dapat mencapai 50 persen dari pasar penyimpan nilai, yang dapat mendorong bitcoin sekitar 17 persen hingga 18 persen lebih tinggi setiap tahun selama lima tahun ke depan hingga mencapai level US$100 ribu.
"Kami pikir membandingkan kapitalisasi pasarnya dengan emas dapat membantu menempatkan parameter pada hasil yang masuk akal untuk pengembalian bitcoin," tambah Pandl.
Lebih lanjut, Pandl mengatakan bitcoin dan kripto unggulan lainnya seperti ethereum, binance, solana, dan token meme seperti dogecoin dan shiba inu nilainya sangat fluktuatif dalam satu tahun terakhir.
Meski demikian, semakin banyak investor kenamaan seperti Stanley Druckenmiller, Paul Tudor Jones dan George Soros yang telah berinvestasi dengan bitcoin.
Regulator menyetujui dana yang diperdagangkan di bursa serta kemudahan melacak harga berjangka dari bitcoin dapat mendorong lebih banyak investor individu yang terjun ke investasi mata uang kripto ini.
Dicetak ulang dari CNN Indonesia, hak cipta isi berita dimiliki oleh pemilik asli.
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

暂无评论,立马抢沙发