
Endorse atau promosi yang dilakukan sejumlah influencer lewat sosial media mereka mulai merambah ke produk dan jasa keuangan. Masalahnya, tak jarang endorse tersebut justru memasarkan investasi ilegal, seperti arisan online, judi online, robot forex, hingga ajakan mencairkan dana pinjaman atau gesek tunai lewat akun paylater e-commerce.
Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam Tobing memberikan peringatan keras kepada influencer yang memasarkan kegiatan investasi ilegal. Bahkan, apabila masih dilakukan, akun media sosial influencer terkait bisa dihapus.
"Apabila influencer masih menerima endorse dan melakukan kegiatan pemasaran, iklan, promosi dari entitas ilegal, maka Satgas Waspada Investasi akan melakukan take down terhadap setiap situs/website/aplikasi dan media sosial milik influencer itu," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Kamis (17/2).
Ia pun mengimbau kepada masyarakat yang mengetahui informasi mengenai kegiatan-kegiatan tersebut dapat melapor ke Satgas Waspada Investasi melalui [email protected].
"Selain itu, apabila masyarakat sudah ada yang mengalami kerugian akibat penawaran kegiatan tersebut, kami sarankan untuk melapor ke kepolisian untuk diproses hukum," sebut Tongam.
Lantas, bagaimana kita dapat mengetahui sebuah jasa atau layanan investasi itu aman digunakan dan legal beroperasi?
Perencana Keuangan Mitra Rencana Edukasi (MRE) Mike Rini Sutikno mengatakan bahwa ada beberapa cara masyarakat dapat mengetahui sebuah jasa atau layanan keuangan yang dipromosikan influencer aman atau tidak.
Ia mengatakan bahwa followers dapat memeriksa legalitas badan yang dipromosikan lewat website Otoritas Jasa Keuangan (OJK). "Satu, ke websitenya OJK, kan itu kelihatan semua di situ yang berizin atau tidak," sebut Mike.
Pengguna dapat juga memeriksa legalitas lembaga jasa keuangan yang terdaftar dan berizin dengan menghubungi nomor 157, lewat media sosial @kontak157, Whatsap 081157157157 atau melalui [email protected] cek langsung keaslian dan keabsahan surat.
Selain itu, Mike menganjurkan agar masyarakat berupaya memahami betul produk apa yang ditawarkan oleh influencer.
Jika keuntungan yang dijanjikan berlipat-lipat, konsumen patut waspada.
"Pahami bisnis yang memberikan pekerjaan ini apa? Baru terus produk dan lain-lain yang akan dipromosikan itu apa. Misalnya, katakan judi ilegal gitu. Cara ciri-cirinya gimana sih? Oh dia memberikan iming-iming keuntungan investasi yang fantastis, nah itu harus mulai curiga," tutur Mike.
Ia menganjurkan agar masyarakat jangan menelan mentah-mentah setiap omongan influencer, terutama dalam mempromosikan produk keuangan atau layanan investasi.
"Lalu lihat penawaran dari produk dan layanannya masuk akal atau tidak. Tahunya dia masuk akal atau tidak kan berarti perlu dibandingkan, kan itu harus memiliki skill dan knowledge begitu. Kalau dia belum pernah menerima pekerjaan untuk meng-endorse produk dan layanan keuangan, hati-hati," tandasnya.
Dicetak ulang dari CNN Indonesia, hak cipta isi berita dimiliki oleh pemilik asli.
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。
