Setahun Berlalu, Dalang Robot Trading Fin888 Masih Melenggang, Kapolri Diminta Turun Tangan

avatar
· 阅读量 95

Setahun Berlalu, Dalang Robot Trading Fin888 Masih Melenggang, Kapolri Diminta Turun Tangan

SEPUTAR CIBUBUR-Ketua Paguyuban Korban Robot Trading Fin888, Karolin Sabatini mendesak Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri untuk mengusut dalang atau pelaku utama di balik para mitra atau affiliator yang telah ditetapkan tersangka.

 

“Bareskrim hingga kini belum menangkap pelaku utama, meski meski ada sejumlah petunjuk yang mengarah kepada sesorang,” kata Karolin Sabatini, Rabu 10 Mei 2023.

 

"Kami sebagai korban tak habis pikir mengapa hingga sekarang penyidik belum juga menyandangkan status tersangka kepada Tjahjadi Rahardja, padahal bukti-bukti seperti dokumen Affidavit pengadilan Singapura, pengakuan Tjahjadi Rahardja saat di BAP, dan pengakuan dua tersangka terkait keterlibatan Wakil Direktur PT Jababeka Tbk ini sudah terang benderang,” kata Karolin.

 

Karolin mengatakan, sudah lebih dari satu tahun para korban melaporkan kasusnya, namun penyidik baru menetapkan dua tersangka.

 

Oleh karena itu, Karolin meminta Kepala Kapolri  Jenderal Listyo Sigit memberikan atensi sehingga proses penanganannya berjalan cepat.

 

"Ini ada Kasus Fin888 yang sudah lebih setahun dilaporkan tapi tidak ada perkembangan berarti. Jangan sampai korban berpikiran polisi ada main atau melindungi pengusaha besar,” kata Karolin.

 

Sementara itu, kuasa hukum korban robot trading Fin888, Oktavianus Setiawan mengatakan Biro Pengawas Penyidikan (Karowassidik) Bareskrim Polri dan Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Kemenkopolhukam) telah membentuk tim terkait kasus Fin888.

 

Oktavianus berharap jangan sampai korban dipermainkan oleh oknum yang memanfaatkan kasus itu.

 

”Harus ada perlindungan terhadap korban dari permainan oknum-oknum yang mencoba bermain-main dan mengambil keuntungan di kasus TPPU jika Karowassidik Bareskrim dan Kemenkopolhukam sampai membentuk tim. Artinya ini telah terjadi kejadian luar biasa. Kami akan bongkaran semuanya nanti,” kata Oktavianus.

 

Sebagai informasi, dua tersangka yang telah ditetapkan dalam kasus ini adalah Peterfi Sufandri (PC) dan Carry Chandra (CC).

 

Keduanya juga telah ditahan dan berkas perkaranya telah diproses ke Kejaksaan Agung atau menunggu dinyatakan lengkap atau P21 sebelum dilimpahkan ke pengadilan.

 

Adapun dugaan kerugian dalam kasus robot trading Fin888 diduga mencapai Rp200 miliar dari sekitar 800 korban.

 

Dicetak ulang dari SeputarCibubur, hak cipta isi berita dimiliki oleh pemilik asli.

风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

喜欢的话,赞赏支持一下
回复 0

暂无评论,立马抢沙发

  • tradingContest