- Rupee India melemah pada hari Selasa meskipun USD melemah.
- RBI diperkirakan akan mempertahankan kebijakannya pada bulan April karena perekonomian India tetap kuat dan inflasi tetap di atas target 4%.
- Data inflasi CPI India dan AS bulan Februari akan menjadi sorotan pada hari Selasa.
Rupee India (INR) diperdagangkan dengan nada yang lebih lemah pada hari Selasa, meskipun dolar AS (USD) melemah. Greenback yang lebih lemah dan penurunan harga minyak mentah mungkin akan meningkatkan Rupee India dalam waktu dekat. INR mencapai level tertinggi intraday dalam enam bulan di 82,65 pada hari Senin, namun kenaikan tersebut dibatasi oleh kemungkinan penemuan Reserve Bank of India (RBI) untuk mencegah apresiasi signifikan pada INR.
Inflasi ritel utama di India diperkirakan turun menjadi 5,02% di bulan Februari dari 5,10% di bulan Januari, sehingga berada dalam kisaran toleransi RBI sebesar 2-6% selama enam bulan berturut-turut. Namun, para ekonom memperkirakan bank sentral India akan mempertahankan kebijakan moneter saat ini pada pertemuan bulan April karena perekonomian domestik tetap kuat dan inflasi tetap berada di atas target 4%.
Ke depan, investor akan memantau data inflasi Indeks Harga Konsumen (CPI) India dan AS untuk bulan Februari, yang akan dirilis pada hari Selasa. Akhir pekan ini, Indeks Harga Grosir (WPI) Makanan, Bahan Bakar, dan Inflasi India akan dirilis pada hari Rabu, dan Penjualan Ritel AS akan dipublikasikan pada hari Kamis.
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

暂无评论,立马抢沙发