- Harga WTI turun ke $77,75 pada hari Senin.
- Data Sentimen Konsumen AS dan output ekonomi Tiongkok yang lebih lemah membebani emas hitam.
- Produksi Industri Tiongkok lebih lemah dari perkiraan pada bulan Mei, menambah tekanan pada konsumen minyak terbesar dunia.
West Texas Intermediate (WTI), patokan minyak mentah AS, diperdagangkan sekitar $77,75 pada hari Senin. Penurunan harga emas hitam didukung oleh melemahnya permintaan konsumen AS dan data Produksi Industri Tiongkok yang suram.
Sentimen konsumen turun ke level terendah tujuh bulan di bulan Juni, menurut laporan awal dari Indeks Sentimen Konsumen Michigan yang dirilis Jumat. Indeks Sentimen Konsumen turun menjadi 65,6 di bulan Juni dari pembacaan akhir bulan Mei sebesar 69,1. Jumlah tersebut lebih rendah dari perkiraan yaitu 72,0. Menanggapi data tersebut, harga WTI melemah di tengah kekhawatiran mengenai keuangan pribadi dan inflasi.
Selain itu, pesan hawkish dari Federal Reserve (Fed) mengangkat Dolar AS (USD) dan membebani WTI dalam mata uang USD. Pada hari Minggu, Presiden Fed Minneapolis Neel Kashkari mengatakan bahwa ini adalah “prediksi yang masuk akal” bahwa Fed akan menunggu lebih banyak data hingga Desember untuk memangkas suku bunga. Kashkari lebih lanjut menyatakan bahwa The Fed berada dalam posisi yang sangat baik untuk mendapatkan lebih banyak data ekonomi dan inflasi sebelum mengambil keputusan apa pun.
Pekan lalu, Ketua Fed Jerome Powell mengatakan pada konferensi pers kebijakan Fed bahwa bank sentral belum memiliki kepercayaan diri untuk menurunkan suku bunga dan ia memerlukan bukti yang lebih meyakinkan bahwa inflasi bergerak menuju target 2%. Narasi suku bunga AS yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama terus memberikan tekanan jual pada emas hitam karena meningkatkan biaya pinjaman, yang dapat mengurangi aktivitas ekonomi dan permintaan minyak.
Produksi Industri Tiongkok pada bulan Mei tidak sesuai ekspektasi, dan perlambatan di sektor properti tidak menunjukkan tanda-tanda perbaikan, menambah tekanan pada perekonomian terbesar kedua di dunia. Senin pagi, Penjualan Ritel Tiongkok meningkat 3,7% YoY di bulan Mei dari 2,3% di bulan April, lebih baik dari perkiraan sebesar 3,0%. Sementara itu, Produksi Industri naik 5,6% YoY pada periode yang sama, dibandingkan dengan angka sebelumnya sebesar 6,7%, di bawah konsensus 6,0%, menurut Biro Statistik Nasional (NBS).
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

暂无评论,立马抢沙发