Harga emas melesat ke level tertinggi sepanjang sejarah pada Rabu (18/9) setelah Federal Reserve Amerika Serikat memangkas suku bunga sebesar 50 basis poin. Pemangkasan itu menyebabkan dolar melemah, yang menguntungkan aset bernilai dolar AS. Emas sempat menembus level tertinggi US$2.600,16 per ons, sebelum ditutup pada US$2.558,91 per ons. Pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve itu diperkirakan akan mengakibatkan penurunan lebih lanjut pada suku bunga acuan dan satu poin persentase penuh pada 2025. Penurunan itu akan berakhir pada kisaran 2,75%-3,00%. Suku bunga yang lebih rendah telah menurunkan biaya peluang untuk memegang emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil. Suku bunga dana federal yang lebih rendah juga membebani dolar AS, sehingga emas menjadi lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang lain. Setelah pemangkasan oleh Fed, dolar AS melemah 0,67% terhadap mata uang utama dunia menjadi 100,21 kemudian rebound ke 100,95. Level tersebut berada di bawah 101 dalam tiga hari perdagangan terakhir. Harga perak spot yang sempat naik juga turun 2,02% ke US$30,08 per ons. Harga platinum turun 1,26% ke US$973,45 per ons, sedangkan paladium turun 5,63% ke US$1.057,57 per ons pada perdagangan Rabu (18/9). Harga emas naik, tetapi kepemilikan spekulatif dan ETF untuk perak meningkat.
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。
