Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat menyentuh level tertingginya di level 7.900

avatar
· 阅读量 77

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat menyentuh level tertingginya di level 7.900 pada Kamis (19/9), namun langsung anjlok di level 7.743 pada hari berikutnya. Penurunan tersebut terutama didorong oleh anjloknya saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) akibat dikeluarkan dari indeks FTSE. Kenaikan IHSG belakangan ini didorong oleh saham-saham tertentu yang dinilai overvalued, sementara saham-saham yang secara fundamental kuat justru tertinggal. Para peneliti memproyeksikan IHSG masih akan tertekan dalam jangka pendek akibat koreksi yang masih terjadi dan aksi ambil untung pada saham-saham yang sudah overbought. Namun, ada optimisme akan terjadi rebound pada akhir tahun 2024. Target IHSG hingga akhir tahun diperkirakan mencapai 8.150 dan ada peluang sebesar 55% untuk bergerak di kisaran 7.920-8.080. Faktor penting yang memengaruhi IHSG antara lain potensi pemangkasan suku bunga oleh The Fed dan Bank Indonesia, pelantikan presiden dan wakil presiden baru, serta pemilihan anggota kabinet baru. Beberapa sektor yang berpotensi menjadi penopang IHSG adalah keuangan, properti, barang konsumsi, dan otomotif. Pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) diantisipasi di atas 4,9%, dan inflasi diperkirakan di bawah 3%. Namun, proyeksi tersebut bergantung pada faktor makroekonomi global, termasuk langkah agresif yang diambil oleh Amerika Serikat. Sektor potensial pendukung IHSG lainnya adalah properti karena adanya insentif uang muka dan suku bunga, serta perusahaan komoditas. Secara keseluruhan, ada optimisme yang hati-hati terhadap rebound IHSG pada akhir tahun 2024.

风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

喜欢的话,赞赏支持一下
回复 0
暂无评论。 来发表第一条观点吧。

  • tradingContest