KARENA KEKHAWATIRAN ATAS LANGKAH STIMULUS TIONGKOK
- Harga perak melemah di tengah kekhawatiran mengenai apakah rencana stimulus China akan cukup untuk meningkatkan permintaan.
- PBOC telah menurunkan Rasio Persyaratan Cadangan sebesar 50 basis poin dan suku bunga repo tujuh hari dari 1,7% menjadi 1,5%.
- Perak sebagai aset safe haven mungkin akan menguat kembali akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
Harga perak (XAG/USD) menelusuri kembali kenaikan terkini dari sesi sebelumnya, diperdagangkan di sekitar $31,80 selama jam perdagangan Eropa hari Rabu. Harga logam abu-abu terdepresiasi karena para pedagang mengevaluasi kembali efektivitas rencana stimulus Tiongkok untuk meningkatkan ekonominya secara signifikan, pasar logam terbesar di dunia.
Logam perak sangat penting bagi berbagai sektor industri, seperti elektronik, panel surya, dan komponen otomotif. Sebagai salah satu pusat manufaktur terbesar di dunia, permintaan industri Tiongkok terhadap perak berperan penting dalam mendorong konsumsi global logam mulia ini.
Pada hari Selasa, Gubernur Bank Rakyat Tiongkok (PBOC) Pan Gongsheng mengumumkan bahwa Tiongkok akan mengurangi Rasio Cadangan Wajib (RRR) sebesar 50 basis poin (bps). Gongsheng juga mencatat bahwa bank sentral akan menurunkan suku bunga repo tujuh hari dari 1,7% menjadi 1,5%, dan mengurangi uang muka untuk rumah kedua dari 25% menjadi 15%.
Namun, JP Morgan, dalam sebuah catatan, menyarankan investor untuk memantau komoditas dan imbal hasil obligasi mengingat prospek pasar yang positif menyusul usulan stimulus China pada hari Selasa. Bank tersebut menekankan bahwa pertumbuhan global telah menerima dorongan baru dari China, sebuah faktor yang telah hilang dalam beberapa tahun terakhir. Perkembangan ini secara signifikan mengurangi risiko resesi dan dipandang menguntungkan bagi pasar. Namun, JP Morgan juga memperingatkan tentang potensi risiko inflasi ulang.
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。
