- GBP/USD menghadapi tantangan karena Dolar AS menguat di tengah kehati-hatian pasar menjelang pemilihan presiden AS.
- Jajak pendapat Reuters/Ipsos terkini menunjukkan Harris unggul tipis sebesar 46% dibandingkan Trump yang memperoleh 43%.
- Anggaran Inggris menonjolkan kenaikan pajak sebesar £40 miliar yang dirancang untuk mengatasi kekurangan dana publik dan mendukung pendanaan untuk layanan publik.
GBP/USD memperpanjang penurunannya untuk hari kedua berturut-turut, diperdagangkan di sekitar 1,2950 selama sesi Asia pada hari Kamis. Penurunan pasangan ini dapat dikaitkan dengan Dolar AS (USD) yang solid karena kehati-hatian pasar terus berlanjut di tengah ketidakpastian seputar pemilihan presiden AS mendatang.
Mantan Presiden Donald Trump telah memperoleh dukungan dari kaum pria Hispanik menjelang pemilihan presiden AS pada tanggal 5 November. Sementara itu, Harris telah memperoleh dukungan yang lebih besar dari kaum wanita kulit putih. Persaingan antara kedua kandidat ini sangat ketat, dengan Harris unggul tipis sebesar 46% berbanding 43% dalam jajak pendapat terbaru yang dilakukan dari tanggal 16 hingga 21 Oktober.
Para pedagang kini fokus pada rilis data utama AS yang akan datang termasuk data inflasi PCE pada hari Kamis dan Nonfarm Payrolls (NFP) pada hari Jumat. Pada hari Rabu, Greenback menghadapi hambatan karena Produk Domestik Bruto (PDB) tahunan AS meningkat sebesar 2,8% pada Q3, di bawah 3,0% pada Q2 dan perkiraan 3,0%. Namun, ADP Employment Change melaporkan 233.000 pekerja baru yang ditambahkan pada bulan Oktober, menandai peningkatan terbesar sejak Juli 2023.
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。
