
Pemerintahan Donald Trump sedang mempertimbangkan pengecualian luas untuk tarif perdagangan tertentu dalam upaya menurunkan harga pangan yang tinggi di negara tersebut, New York Times melaporkan pada hari Kamis, mengutip tiga orang yang diberi pengarahan tentang rencana tersebut. Perubahan ini kemungkinan akan berlaku untuk beberapa tarif "timbal balik" Trump yang diumumkan pada bulan April, terutama pada produk yang berasal dari negara-negara yang belum mencapai kesepakatan dagang dengan pemerintah.
Pengecualian tersebut dapat mencakup produk daging sapi dan jeruk, meskipun NYT melaporkan bahwa belum ada keputusan akhir yang dibuat terkait hal ini. Rencana ini akan melampaui pengecualian yang diusulkan Trump pada bulan September, yang mencakup produk yang tidak diproduksi atau ditanam di AS, dan yang dibeli dari negara-negara yang menandatangani kesepakatan dagang dengan White House.
Laporan NYT muncul tepat setelah pemerintahan Trump mengumumkan kesepakatan dagang dengan empat negara lainnya, yaitu Argentina, Guatemala, El Salvador, dan Ekuador. Trump memberlakukan tarif dua digit pada sejumlah negara tahun ini, dan meskipun ia memangkasnya setelah serangkaian kesepakatan dagang sejak Agustus, tingkat tarif tetap berada pada level tertinggi sepanjang sejarah.
Bea masuk tersebut memicu kekhawatiran akan peningkatan inflasi AS, mengingat bea masuk tersebut ditanggung oleh importir Amerika. Biaya hidup telah menjadi topik yang kontroversial bagi AS, dengan inflasi yang terlihat semakin ketat dalam beberapa bulan terakhir, meskipun Trump mengklaim sebaliknya. Laporan NYT muncul hanya seminggu setelah Partai Republik kalah dalam beberapa pemilihan umum di tahun yang berbeda di negara tersebut, karena para kandidat Demokrat berfokus pada kecemasan atas tingginya biaya hidup.(Investing.com)
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。
