
No.27/269/DKom
Berdasarkan kondisi perekonomian global dan domestik terkini, Bank Indonesia menyampaikan perkembangan indikator stabilitas nilai Rupiah, sebagai berikut:
Perkembangan Nilai Tukar 3-7 November 2025
Pada akhir hari Kamis, 6 November 2025
- Rupiah ditutup pada level (bid) Rp16.690 per dolar AS.
- Yield SBN (Surat Berharga Negara) 10 tahun naik ke 6,17%.
- DXY
melemah ke level 99,73. - Yield UST (US Treasury) Note
10 tahun naik ke 4,083%.
Pada pagi hari Jumat, 7 November 2025
- Rupiah dibuka pada level (bid) Rp Rp16.695 per dolar AS.
-
Yield SBN 10 tahun turun ke 6,15%.
Aliran Modal Asing (Minggu I November 2025)
- Premi CDS Indonesia 5 tahun per 6 November 2025 sebesar 75,49 bps, naik dibanding dengan 31 Oktober 2025 sebesar 73,03 bps.
- Berdasarkan data transaksi 3 – 6 November 2025, nonresiden tercatat jual neto sebesar Rp4,58 triliun, terdiri dari jual neto sebesar Rp4,42 triliun di pasar SBN dan Rp2,69 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) serta beli neto sebesar Rp2,54 triliun di pasar saham.
- Selama tahun 2025, berdasarkan data setelmen s.d. 6 November 2025, nonresiden tercatat jual neto sebesar Rp39,13 triliun di pasar saham, Rp0,91 triliun di pasar SBN dan Rp137,71 triliun di SRBI.
Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk mendukung ketahanan eksternal ekonomi Indonesia.
Jakarta, 7 November 2025
Departemen Komunikasi
Ramdan Denny Prakoso
Direktur Eksekutif
DXY atau Indeks Dolar adalah indeks yang menunjukkan pergerakan dolar terhadap 6 mata uang negara utama lainnya (EUR, JPY, GBP, CAD, SEK, CHF).
UST atau US Treasury Note merupakan surat utang negara yang dikeluarkan pemerintah AS dengan tenor 1-10 tahun.

Contact Center Bank Indonesia Bicara: (62 21) 131
e-mail : [email protected]
Jam operasional Senin s.d. Jumat Pkl. 08.00 s.d 16.00 WIB
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。
