Perang Memanas, Rupiah Kian Dekati Rp17.000 per Dolar AS

avatar
· 阅读量 1,150

Perang Memanas, Rupiah Kian Dekati Rp17.000 per Dolar AS

Nilai tukar rupiah kembali tertekan pada perdagangan Rabu (4/3) pagi. Mengutip laporan CNN Indonesia, rupiah berada di level Rp16.926 per dolar AS, melemah 54 poin atau sekitar 0,32 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Posisi ini membuat rupiah semakin mendekati level psikologis Rp17.000 per dolar AS.
Pelemahan rupiah terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong sentimen risk off di pasar global.

Mayoritas Mata Uang Asia Melemah

Sebagian besar mata uang Asia bergerak di zona merah pada pembukaan perdagangan. Baht Thailand, yuan China, dan peso Filipina tercatat melemah. Dolar Singapura dan dolar Hong Kong juga ikut tertekan.

Namun, ada beberapa pengecualian. Yen Jepang dan won Korea Selatan justru menguat tipis, mencerminkan aliran dana ke aset yang dianggap relatif lebih aman di kawasan.

Mata Uang Negara Maju Ikut Tertekan

Tekanan tidak hanya terjadi di Asia. Mata uang utama negara maju juga berada di zona merah. Euro, poundsterling Inggris, dan franc Swiss sama-sama melemah terhadap dolar AS. Dolar Australia dan dolar Kanada juga mencatatkan penurunan pada sesi pagi ini.

Kondisi ini menunjukkan dominasi dolar AS yang kembali menguat seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap eskalasi konflik global.

Sentimen Risk Off dan Lonjakan Harga Minyak

Analis mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai rupiah masih berada dalam tekanan akibat memanasnya konflik antara AS, Israel, dan Iran. Sentimen risk off membuat investor cenderung menarik dana dari aset berisiko di negara berkembang, termasuk Indonesia. Selain itu, kenaikan harga minyak mentah menjadi faktor tambahan yang membebani. Sebagai negara net importir minyak, lonjakan harga energi berpotensi memperlebar defisit transaksi berjalan dan menekan nilai tukar rupiah.

Untuk perdagangan hari ini, rupiah diperkirakan bergerak dalam rentang Rp16.800 hingga Rp16.950 per dolar AS.

Dengan kondisi global yang masih diliputi ketidakpastian, arah rupiah ke depan akan sangat bergantung pada perkembangan geopolitik serta respons kebijakan dari Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas pasar.

风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

喜欢的话,赞赏支持一下
回复 4
avatar
sedikit lgi 17K 😰😱
avatar
oh nooo
avatar
Wahh gilee
avatar
Inflasi inflasi

-THE END-

  • tradingContest