Emas Tertekan Kebijakan Fed Hawkish dan Ketidakpastian Geopolitik Iran, USD Menguat

avatar
· 阅读量 4,436

Emas Tertekan Kebijakan Fed Hawkish dan Ketidakpastian Geopolitik Iran, USD Menguat

Harga emas kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan Kamis, seiring menguatnya dolar AS (USD) yang didorong oleh kebijakan Federal Reserve yang cenderung agresif serta meningkatnya ketidakpastian geopolitik terkait Iran.

Logam mulia tersebut sempat menarik minat jual di tengah dominasi sentimen positif terhadap dolar AS. Pernyataan hawkish dalam risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) menegaskan kembali ekspektasi pasar terhadap potensi kenaikan suku bunga, yang pada gilirannya memperkuat posisi USD di pasar global.

Emas (XAU/USD) juga kesulitan mempertahankan kenaikan moderat di sesi Asia dan untuk sementara menghentikan pemulihan dari level sekitar $4.450, yang sekaligus menjadi titik terendah sejak 30 Maret. Penguatan dolar AS ke level tertinggi dalam enam minggu terakhir menjadi faktor utama yang membebani aset tanpa imbal hasil seperti emas.

Meski demikian, tekanan pada emas tidak terlalu dalam karena pasar masih bersikap hati-hati dan menunggu perkembangan lebih lanjut terkait konflik di Timur Tengah, khususnya dinamika hubungan antara Amerika Serikat dan Iran.

Risalah rapat The Federal Reserve (Fed) periode 28–29 April menunjukkan bahwa mayoritas pembuat kebijakan menilai pengetatan kebijakan masih diperlukan apabila inflasi terus berada di atas target 2%. Para pejabat juga sepakat bahwa risiko inflasi masih cenderung meningkat, serta mengakui bahwa ketegangan di Timur Tengah dapat mengubah keseimbangan risiko dan menyulitkan arah kebijakan ke depan.

Berdasarkan CME Group FedWatch Tool, pasar saat ini memperkirakan peluang lebih dari 50% bahwa The Fed akan kembali menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada 2026. Ekspektasi ini semakin memperkuat dolar AS dan menekan harga emas.

Di sisi lain, sentimen geopolitik turut memberikan dampak campuran. Pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut negosiasi dengan Iran berada di “tahap akhir” sempat meningkatkan harapan deeskalasi konflik. Wakil Presiden JD Vance juga menyampaikan pandangan optimistis bahwa Iran menunjukkan keinginan untuk mencapai kesepakatan.

Namun demikian, optimisme tersebut masih terbatas karena ancaman lanjutan tindakan militer dari AS serta penolakan keras dari Iran terhadap tekanan tersebut. Teheran bahkan memperingatkan potensi eskalasi konflik jika serangan baru terjadi, termasuk keterlibatan Israel.

Ketidakpastian juga diperburuk oleh perbedaan pandangan besar terkait program nuklir Iran serta isu strategis Selat Hormuz. Iran bahkan disebut telah membentuk “Otoritas Selat Teluk Persia” untuk mengatur jalur pelayaran di kawasan tersebut, yang semakin menjaga risiko geopolitik tetap tinggi.

Kondisi ini membuat pasar tetap berhati-hati, membatasi penurunan dolar AS sekaligus menahan potensi penguatan signifikan pada harga emas dalam jangka pendek.


#Emas# #XAU/USD#

风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

喜欢的话,赞赏支持一下
回复 0

暂无评论,立马抢沙发

  • tradingContest