
Nilai tukar rupiah menunjukkan pergerakan yang relatif stabil pada perdagangan Jumat (5/6) pagi dengan berada di kisaran Rp18.017 per dolar AS. Meski masih bertahan di atas level psikologis Rp18.000, pergerakan mata uang Garuda mencerminkan kondisi pasar yang masih dibayangi tekanan eksternal.
Di kawasan Asia, mayoritas mata uang bergerak melemah terhadap dolar AS. Yuan China turun 0,03 persen, dolar Singapura melemah 0,08 persen, won Korea Selatan terkoreksi cukup tajam sebesar 1,01 persen, sementara ringgit Malaysia terdepresiasi 0,47 persen.
Di sisi lain, beberapa mata uang Asia masih mampu mencatat penguatan. Peso Filipina naik 0,11 persen, yen Jepang menguat 0,04 persen, dan dolar Hong Kong bertambah 0,02 persen terhadap dolar AS.
Pergerakan mata uang negara maju juga berlangsung bervariasi. Euro menguat tipis 0,03 persen, poundsterling Inggris bergerak relatif stabil, sedangkan dolar Australia melemah 0,22 persen. Sementara itu, dolar Kanada dan franc Swiss sama-sama menguat sekitar 0,03 persen.
Menurut analis mata uang dari DOO Financial Futures, Lukman Leong, rupiah masih memiliki potensi untuk melemah terhadap dolar AS, meskipun tekanan yang terjadi diperkirakan tidak terlalu besar.
Ia menjelaskan bahwa indeks dolar AS saat ini bergerak cenderung datar karena pasar masih menerima sinyal yang beragam terkait perkembangan proses perdamaian di Timur Tengah. Ketidakpastian tersebut membuat investor belum mengambil posisi yang agresif di pasar valuta asing.
Selain itu, pelaku pasar juga memilih bersikap wait and see menjelang rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat, khususnya laporan Non-Farm Payrolls (NFP), yang menjadi salah satu indikator utama kesehatan ekonomi AS dan arah kebijakan moneter ke depan.
Data NFP yang lebih kuat dari perkiraan berpotensi memperkuat dolar AS karena dapat meningkatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi lebih lama. Sebaliknya, data yang lebih lemah dapat memberikan ruang bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, untuk memperoleh sentimen positif.
Untuk perdagangan hari ini, Lukman memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp18.000 hingga Rp18.100 per dolar AS, dengan arah pergerakan yang masih sangat dipengaruhi oleh sentimen global, perkembangan geopolitik Timur Tengah, dan hasil data ekonomi Amerika Serikat.
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

暂无评论,立马抢沙发