JFX Soroti Peluang Indonesia Perkuat Peran dalam Industri Timah Global di ICM 2026

avatar
· 阅读量 953

JFX Soroti Peluang Indonesia Perkuat Peran dalam Industri Timah Global di ICM 2026

Jakarta, 5 Juni 2026 - Di tengah meningkatnya kebutuhan dunia terhadap mineral kritis untuk mendukung industri semikonduktor, kendaraan listrik, energi terbarukan, dan berbagai teknologi modern lainnya, Indonesia dinilai memiliki peluang untuk memainkan peran yang lebih besar dalam industri timah global, tidak hanya sebagai produsen, tetapi juga sebagai bagian penting dari ekosistem perdagangan dan pembentukan nilai tambah.

Pandangan tersebut disampaikan Jakarta Futures Exchange (BBJ/JFX), bursa berjangka pertama dan terbesar di Indonesia, melalui partisipasinya dalam Indonesia Critical Minerals (ICM) 2026 yang berlangsung pada 3–5 Juni 2026.

Forum internasional tersebut mempertemukan regulator, pelaku industri pertambangan, smelter, trader, investor, serta pembeli dari berbagai negara untuk membahas perkembangan, tantangan, dan peluang industri pertambangan global. Dalam kesempatan tersebut, JFX berpartisipasi melalui sesi keynote speech, panel diskusi, dan booth pameran.

Direktur Utama JFX, Y. Kanca Surya, dalam keynote speech bertajuk “Opportunities and Challenges for Smelters Under Indonesia’s New Tin Industry Policies” menyampaikan bahwa posisi timah saat ini semakin strategis seiring meningkatnya kebutuhan dunia terhadap berbagai teknologi masa depan.

Menurutnya, Indonesia memiliki posisi penting sebagai salah satu produsen timah terbesar dunia. Namun, di tengah perubahan lanskap perdagangan global, daya saing industri tidak lagi hanya ditentukan oleh kapasitas produksi semata, melainkan juga oleh transparansi, kepastian pasokan, kepatuhan terhadap regulasi, serta tingkat kepercayaan pasar.

“Ke depan, tantangan Indonesia bukan hanya memproduksi lebih banyak timah, tetapi membangun industri yang lebih transparan, lebih andal, dan mampu menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan,” ujar Kanca.

Ia menjelaskan bahwa agenda hilirisasi yang terus didorong pemerintah membuka peluang bagi Indonesia untuk memperluas perannya dalam rantai nilai global, tidak hanya sebagai pemasok bahan baku, tetapi juga sebagai pusat pengolahan dan pengembangan produk bernilai tambah.

Selain hilirisasi, Kanca juga menyoroti pentingnya keberadaan infrastruktur pasar yang transparan dan efisien dalam mendukung perkembangan industri. Menurutnya, pelaku usaha membutuhkan mekanisme perdagangan yang mampu mendukung pembentukan harga yang kredibel (price discovery), meningkatkan akses terhadap informasi pasar, serta memperkuat kepercayaan antara produsen dan pembeli.

Pandangan tersebut sejalan dengan pembahasan dalam sesi panel “Global Tin Mine Supply Seminar: Current Status, Opportunities, and Future Challenges” yang menghadirkan berbagai pemangku kepentingan industri timah internasional.

Dalam sesi tersebut, Head of Trading & Operations JFX, Erwin Setyawan, menyampaikan bahwa Indonesia memiliki peluang untuk memperkuat pengaruhnya tidak hanya dalam rantai pasok fisik timah, tetapi juga dalam aspek perdagangan dan pembentukan harga.

Menurutnya, seiring meningkatnya peran Asia dalam produksi dan konsumsi timah dunia, kawasan ini memiliki peluang untuk mengembangkan ekosistem perdagangan yang semakin transparan, efisien, dan terhubung dengan kebutuhan industri global.

“Pasar yang transparan menciptakan kepercayaan, dan kepercayaan akan mendorong investasi,” jelas Erwin.

Sementara itu, dalam sesi yang turut menghadirkan regulator dan pelaku industri internasional, dibahas pula pentingnya perdagangan komoditas yang terstandarisasi dan terawasi guna mendukung integritas pasar serta memperkuat fungsi manajemen risiko bagi pelaku industri.

Selain menjadi pembicara dalam sesi keynote dan panel diskusi, JFX juga berpartisipasi melalui booth pameran yang menjadi sarana interaksi dengan pelaku industri pertambangan dan logam dari berbagai negara. Melalui kegiatan tersebut, JFX memperkenalkan peran bursa dalam mendukung perdagangan komoditas yang transparan, efisien, dan terregulasi, termasuk perdagangan timah yang menjadi bagian penting dari ekosistem industri nasional.

Dengan meningkatnya peran timah dalam berbagai industri teknologi global, kebutuhan akan pasar yang transparan, efisien, dan terpercaya diperkirakan akan semakin penting. Dalam konteks tersebut, JFX melihat kolaborasi antara regulator, pelaku industri, dan infrastruktur pasar sebagai fondasi untuk memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem timah dunia yang terus berkembang.

Tentang Jakarta Futures Exchange (JFX)

Jakarta Futures Exchange (JFX) adalah bursa berjangka pertama dan terbesar di Indonesia, didirikan pada 19 Agustus 1999, dengan tujuan menyediakan sarana lindung nilai yang efisien serta mendukung pengembangan perdagangan derivatif dan komoditas secara transparan dan terintegrasi.

JFX menyediakan sistem perdagangan elektronik berbasis mekanisme penawaran dan permintaan yang transparan serta didukung tata kelola dan manajemen risiko yang kuat. Melalui inovasi berkelanjutan dan kolaborasi dengan pemangku kepentingan, JFX berkomitmen memperkuat stabilitas serta daya saing pasar keuangan dan komoditas Indonesia.

风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

喜欢的话,赞赏支持一下
回复 0

暂无评论,立马抢沙发