
Pemerintah Indonesia terus mematangkan rencana pembentukan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) dengan mempelajari berbagai model pusat keuangan global. Salah satu yang menjadi acuan utama adalah Dubai International Financial Centre (DIFC).
Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan Kementerian Keuangan, Herman Saheruddin, mengatakan pemerintah telah bertemu dengan perwakilan DIFC guna memperoleh masukan terkait penyusunan regulasi dan desain pusat finansial yang sesuai dengan kondisi Indonesia.
Menurut Herman, pembentukan PFII merupakan langkah baru sehingga pemerintah ingin memastikan seluruh regulasi disusun secara matang agar dapat berjalan efektif saat diimplementasikan.
Tidak Sekadar Meniru Dubai atau Singapura
Herman menjelaskan bahwa setiap pusat keuangan dunia memiliki karakteristik yang berbeda. Ada yang berfungsi sebagai pusat finansial murni, sementara ada pula yang lebih berperan sebagai hub atau penghubung arus investasi.
Indonesia, menurutnya, ingin mengembangkan model yang disesuaikan dengan potensi nasional. PFII diharapkan tidak hanya menjadi pusat layanan keuangan, tetapi juga menjadi pintu masuk pembiayaan internasional untuk mendukung berbagai proyek strategis di dalam negeri.
Melalui konsep tersebut, pemerintah berharap dapat mempersempit saving-investment gap, sehingga kebutuhan pembiayaan pembangunan tidak hanya bergantung pada dana domestik.
Dubai Jadi Benchmark
Kementerian Keuangan bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga telah berdiskusi langsung dengan jajaran DIFC dan bahkan dijadwalkan menerima masukan dari mantan CEO lembaga tersebut.
Berbagai aspek yang dibahas meliputi desain kelembagaan, regulasi, hingga model operasional pusat finansial agar sesuai dengan kebutuhan Indonesia.
Sementara itu, Badan Pengelola BUMN (BP BUMN) menyebut Dubai International Financial Centre (DIFC) sebagai benchmark utama dalam pengembangan PFII.
DIFC dinilai berhasil menjadikan Dubai sebagai salah satu pusat keuangan global melalui berbagai insentif, termasuk tarif pajak korporasi yang kompetitif, ekosistem bisnis internasional, serta regulasi yang mendukung investasi.
Bali Diproyeksikan Jadi Magnet Investasi Global
Pemerintah berharap PFII yang direncanakan berlokasi di Bali mampu menarik lebih banyak investor global, memperdalam pasar keuangan domestik, serta meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat internasional.
Untuk mendukung proyek tersebut, Danantara Indonesia bersama BP BUMN juga telah membahas strategi investasi, pembangunan infrastruktur, serta pengembangan ekosistem keuangan berstandar global agar PFII dapat menjadi pusat pembiayaan internasional yang berkelanjutan bagi Indonesia.
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

-THE END-