
Nilai tukar rupiah dibuka menguat tipis pada perdagangan Jumat (17/7), berada di level Rp17.980 per dolar AS. Mata uang Garuda naik sekitar 6 poin atau 0,03% dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
Pergerakan rupiah terjadi di tengah kondisi mata uang Asia yang beragam. Peso Filipina dan won Korea Selatan mencatat penguatan terhadap dolar AS, sementara yuan China, dolar Singapura, yen Jepang, ringgit Malaysia, dan dolar Hong Kong masih bergerak melemah.
Di pasar mata uang utama dunia, pergerakannya juga bervariasi. Dolar Kanada menguat tipis, sedangkan euro, poundsterling, dolar Australia, dan franc Swiss mengalami pelemahan terhadap dolar AS.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai rupiah masih berpotensi menghadapi tekanan pada perdagangan hari ini. Menurutnya, dolar AS kembali menguat setelah sejumlah pejabat Federal Reserve (The Fed) menyampaikan pernyataan bernada hawkish yang memperkuat ekspektasi suku bunga tinggi bertahan lebih lama.
Selain itu, meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta sentimen risk-off di pasar global akibat aksi jual saham-saham teknologi juga mendorong investor kembali mencari aset yang lebih aman, termasuk dolar AS.
Meski demikian, sentimen domestik dinilai masih cukup positif. Keputusan S&P Global Ratings yang mempertahankan peringkat kredit Indonesia menjadi faktor penyangga yang dapat membantu membatasi pelemahan rupiah.
Untuk perdagangan hari ini, rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp17.900 hingga Rp18.000 per dolar AS, dengan pelaku pasar terus mencermati perkembangan kebijakan The Fed, situasi geopolitik global, dan arah pergerakan dolar AS.
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。
