
Pasangan mata uang GBP/USD diperdagangkan datar di sekitar 1,3450 selama awal perdagangan sesi Asia pada hari Senin. Para pedagang terus menilai perkembangan seputar ketegangan AS-Iran setelah AS mengatakan bahwa seorang tentara Amerika ketiga tewas dalam dua hari terakhir. Laporan ketenagakerjaan Inggris akan menjadi sorotan nanti pada hari Selasa.
AS melaporkan kematian seorang anggota militer Amerika lainnya, yang tewas di Irak utara saat peledakan terkendali terhadap sebuah drone Iran yang jatuh. Komando Pusat AS (CENTCOM) juga mengatakan pada hari Minggu bahwa pihaknya telah menemukan jenazah yang belum teridentifikasi di Yordania, tempat serangan Iran terpisah menewaskan dua tentara AS dan satu orang hilang dalam tugas, menurut Bloomberg. Satu pekan aksi saling serang telah meluas melampaui target-target yang murni militer hingga mencakup jembatan, utilitas, dan fasilitas pelabuhan, memicu kekhawatiran akan konflik berkepanjangan di Timur Tengah. Hal ini, pada gilirannya, dapat membebani aset-aset yang lebih berisiko, seperti Pound Inggris (GBP), terhadap Dolar AS (USD) dalam jangka pendek.
Namun, tanda-tanda inflasi konsumen dan produsen AS yang lebih lemah telah meredam prakiraan kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) AS, yang mungkin membatasi kenaikan Greenback. Peluang kenaikan suku bunga The Fed pada bulan Juli berada di 14%, dibandingkan dengan probabilitas tersirat 25% minggu lalu, menurut CME FedWatch Tool. Para pedagang memprakirakan kenaikan sebesar 30 basis poin (bp) hingga Desember. Probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada bulan Juli berada di 14%, dibandingkan dengan probabilitas tersirat 25% minggu lalu, menurut CME FedWatch Tool. Para pedagang memprakirakan kenaikan sebesar 30 basis poin (bp) hingga Desember.
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。
