
Pasangan mata uang USD/JPY bertahan stabil di dekat 159,05 selama awal perdagangan sesi Asia pada hari Jumat. Meningkatnya spekulasi bahwa Bank of Japan (BoJ) dapat menaikkan suku bunga bulan depan mengimbangi data Produk Domestik Bruto (PDB) yang lebih lemah. Data pendahuluan Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Managers Index/PMI) AS akan menjadi sorotan pada hari Jumat. Data yang dirilis oleh Biro Statistik Jepang pada hari Jumat menunjukkan bahwa inflasi Indeks Harga Konsumen Nasional (IHK) naik menjadi 2,0% YoY pada bulan Juli dari 1,6% pada bulan Juni (direvisi dari 1,7%). Sementara itu, IHK inti, yang mencakup item-item terkait energi tetapi tidak termasuk harga makanan segar yang volatil, naik 1,8% YoY pada bulan Juli, dibandingkan dengan sebelumnya 1,6%. Laporan ini dapat memperkuat alasan bagi kenaikan suku bunga dari bank sentral Jepang.
"Inflasi konsumen inti kemungkinan akan kembali meningkat seiring dengan ketegangan yang kembali memanas di Timur Tengah, yang akan mendorong harga minyak mentah dan menambah tekanan harga dari yen yang lemah," kata Masato Koike, ekonom senior di Sompo Institute Plus, seraya menambahkan bahwa ia memprakirakan BOJ akan menaikkan suku bunga pada bulan September.
Overnight index swaps memprakirakan sekitar 80% kemungkinan BoJ menaikkan suku bunga pada pertemuan kebijakan berikutnya, menurut Reuters. Ketegangan yang berlanjut di Timur Tengah dapat membebani JPY dan menciptakan pendorong bagi pasangan mata uang ini karena Jepang sangat bergantung pada minyak Timur Tengah. Presiden AS, Donald Trump, pada hari Rabu mengumumkan tindakan ekonomi paling berat yang pernah diambil terhadap Iran, dengan mengatakan bahwa ini akan menjadi konflik ekonomi dan isolasi dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya dan negara-negara yang memberikan bantuan keuangan kepada Iran akan menghadapi konsekuensi ekonomi yang berat.
Sumber : fxstreet.com
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。
