
Bursa saham Amerika Serikat (AS) berakhir melemah pada perdagangan Rabu (16/9/2026) setelah The Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%-4,00%. Kenaikan ini merupakan yang pertama sejak 2023.
Dow Jones Industrial Average menjadi indeks yang mencatat penurunan paling dalam. Dow Jones anjlok 631,33 poin atau 1,21% ke level 51.461,90.
Sementara itu, S&P 500 turun 33,92 poin atau 0,45% menjadi 7.551,81. Nasdaq Composite relatif stabil dengan penurunan tipis 0,01 poin ke 25.978,43.
Ketiga indeks sebenarnya sempat bergerak menguat sepanjang perdagangan. Tekanan mulai muncul setelah The Fed mengumumkan keputusan suku bunga dan Ketua The Fed Kevin Warsh memberikan pernyataan dalam konferensi pers.
Pernyataan The Fed Bikin Pasar Gelisah
Kenaikan 25 basis poin sebenarnya sudah diperkirakan oleh pasar. Namun, investor kembali khawatir setelah Warsh menegaskan bahwa inflasi AS masih terlalu tinggi dan belum menunjukkan perbaikan yang cukup meyakinkan.
“Fakta sederhananya adalah inflasi terlalu tinggi dan sudah berlangsung terlalu lama,” ujar Warsh dalam konferensi pers.
Ia juga mengatakan data inflasi selama musim panas belum menunjukkan adanya perbaikan berarti pada tren inflasi yang mendasarinya.
Pernyataan tersebut membuat investor kembali memperhitungkan kemungkinan pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut. The Fed sebelumnya juga memberi sinyal masih ada peluang satu kali kenaikan suku bunga tambahan hingga akhir tahun.
Kondisi ini menjadi perhatian pasar karena suku bunga yang lebih tinggi dapat memengaruhi valuasi saham dan meningkatkan daya tarik aset berbasis dolar AS. Investor kini akan mencermati data ekonomi berikutnya untuk melihat bagaimana arah kebijakan The Fed setelah kenaikan suku bunga tersebut.
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。
